Ngapusi
Aku mau cerita tentang temanku, namanya Danby (Daniel). Dia juga punya blog, namanya Ngapusi. Sepulangnya dari sekolah, saya langsung menceritakannya pada bapak. “Bapak, aku punya temen sekelas namanya Daniel. Dia juga punya blog, nama blognya adalah ngapusi.” Sayapun bertanya kepada ndobos senior. “Pak, ngapusi itu artinya bohongkan pak?” “Memangnya kenapa dik?” Tanya bapak. Sayapun membalas pertanyaan bapak. “Soalnya temen saya bener-bener ngapusi pak. Temen saya itu punya blog juga. Nama blognya ngapusi.blogspot com, gak ada isinya pak.
Ternyata teman saya sama saja dengan bapak. Bapak menamakan blognya Ndobos karena bapak itu orangnya Ndobos. Kalau temen saya nama blognya Ngapusi. Orangnya juga ngapusi. Soalnya, dia buat blog tapi gak ada isinya. “Temen yang Ngapusi ya dek.” Kata bapak kepada saya. Saat bapak memberitahukan hal itu kepada ibu, ibupun berkata. “Emang temen yang ngapusi ya Ghil.”
Saya pikir, ia mendapatkan nama itu setelah saya memberitahu nama blog bapak dan blog saya. Karena saya dan bapak menggunakan nama blog dari bahasa Jawa, ia juga menamai blognya dengan nama”NGAPUSI!” Teman saya itu tidak seperti kakak saya. Tidak cupu, tidak ndut dan tidak ceroboh. Temanku itu keren, karena ia kursus bahasa jawa. Menurut saya, dari seribu orang, hanya dia yang ikut kursus bahasa jawa. Saat saya dan Daniel membaca blog bapak saya, ada bahasa jawa yang tidak saya mengerti. Akhirnya, saya meminta tolong kepada Daniel untuk menterjemahkannya.
Selain itu, ia juga pernah bermain band dengan teman sekelasnya, tepatnya1 tahun lalu. Ia bermain sebagai pemain keyboard. Tapi saya bisa lebih keren dari pada Daniel. Karena, saya dapat bermain angklung. Tidak seperti yang lain, saya memang anak yang berprestasi, he he he he.
