Cacing Raksasa 3
Akhir Cacing Raksasa
Keesokan harinya, Henry akan kembali beraksi. Tetapi sekarang ia akan melawan sesuatu yang sangat tidak biasa. Karena ia akan melawan seekor cacing raksasa. Untuk memancing sang cacing raksasa, Henry mengubah dirinya menjadi seperti sebuah daun raksasa. Karena, makanan seekor cacing adalah daun-daun yang telah jatuh ke tanah.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya sang cacing raksasa datang. Ukurannya sekarang hampir sebesar monas ! Tetapi yang anehnya adalah, sang cacing raksasa memiliki 2 mata yang menyeramkan dengan 2 titik agak besar ditengah dan juga memiliki sebuah mulut yang besar dengan taring-taring yang sangat besar. Henry yang sekarang sedang menjadi sebuah daun pun dimakan oleh sang cacing raksasa. Saat Henry berada di dalam perut sang cacing, ia kembali kebentuk normal. Lalu, ia memasangkan beberapa bom di dalam perut sang cacing raksasa. Setelah beberapa saat, KABOOOM !!!! Perut sang cacing meledak dalam seketika. Henry terlempar jauh dan berharap sang cacing akan hancur.
Ternyata tidak, sang cacing raksasa tidak terlihat seperti luka sedikit pun. Saat Henry sadar, ternyata ada sebuah chip kecil yang terjatuh di dekat tangannya. Saat ia menelitinya baik-baik.” Inikan……” Ternyata ia telah mengetahui yang sebenarnya. Chip yang ia lihat adalah chip milik M.Jarigah. Karena, setiap monster yang ia lawan selalu memiliki chip tersebut. Di chip tersebut terdapat tulisan” Asli buatan M.Jarigah.” Setelah mengetahui hal ini, Henry lansung menghubungi kepolisian. Setelah ia menghubungi kepolisian, ia langsung mengeluarkan sebuah tabung kecil. Isinya adalah cairan pembuat kecil. Setelah ia menyemprotkan cairan tersebut kepada sang cacing, tidak terjadi apa-apa. Ternyata, terdapat sebuah lapisan semacam plastik untuk menghalangi cairan-cairan kimia terkena sang cacing raksasa.
Sepertinya hanya ada satu cara untuk mengalahkan sang cacing tersebut. Yaitu, sang cacing raksasa akan dibakar. Sayangnya, Henry hanya punya minyak tanah. Sedangkan yang ia perlukan adalah api. Ia sekarang sedang berada dalam keadaan yang sangat kritis. Ia baru ingat kalau 2 batu yang digesek terus-menerus akan menghasilkan api. Karena tak ada kayu, ia menyemprotkan lagi sisa-sisa bahan kimia untuk memperkecil tubuh sang cacing. Setelah itu, ia langsung menggesekan 2 batu didekat sang cacing raksasa. Lalu yang terjadi adalah, BOOM. Sang cacing raksasa pun terbakar dan ia kelihatan sudah hampir mati karena terlalu panas. Setelah beberapa saat, sang cacing raksasa pun kembali kebentuk semula.” Misi selesai. Sekarang kita harus menangkap penjahatnya.” Itu yang Henry katakan kepada markas kepolisian. Setelah Henry mengalahkan sang cacing raksasa, ia sekarang langsung menuju tempat tujuan.
– bersambung –

