Saat malam tahun baruan seminggu yang lalu, saya sekeluarga mengadakan barberque. Sambil menunggu jam 12 saya, mas Ndut dan bapak menonton film. Sedangkan ibu menyiapkan barang-barang yang di gunakan untuk barberque. Lelaki jaman sekarang memang pada males ya……..
Tepat pada jam 12, kami langsung menelepon eyangkung dari bapak saya. Kami semua mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Karena, tepat pada tanggal 1 Januari eyangkung berulang tahun. Enaknya berulang tahun pada tanggal 1 Januari, karena ulang tahun kita dirayakan seluruh orang di dunia. Kalau semua orang di dunia memberikan kita hadiah, berapa kado yang kita dapat ya?
Tanggal 1 Januari, kami pergi ke Lido. Adik eyangti dari bapak saya memiliki vila di Lido. Acara ini diadakan untuk pesta tahun baruan dan pesta ulang tahun eyangkung saya. Di vila itu terdapat tempat pemancingan. Jadi saya bisa memancing sepuas hati tanpa harus bayar. Bukan hanya tempat pemancingan yang terdapat di sana, di sana juga terdapat tempat pembiakan ikan koi. Di sana, saya juga bertemu Yudo. Yang berubah darinya adalah, kulitnya bertambah hitam.
Waktunya makan siang adalah bagian yang paling sulit. Karena banyak sekali makanan yang disediakan di sana. Bukan hanya banyak, tapi makanannya juga enak. Setelah makan siang, saya memancing. Saat saya memancing, tiba-tiba Yudo terpeleset dan tercebur ke dalam kolam ikan. Karena ia terlalu gendut, maka ia harus ditarik oleh 2 orang agar ia bisa keluar. Tetapi setelah kejadian itu, Yudo tetap saja bermain-main dan meloncat-loncat di dekat kolam.
Sore harinya kami pulang. Lalu, Oom Zim ikut ke rumah , tetapi saya tidak tahu kenapa tiba-tiba Oom Zim ikut. Sesampainya di rumah, saya sangat capek. Karena, aktifitas yang saya lakukan di sana sangat membuang energi. Oom Zim dateng ke rumah untuk numpang makan malem dan shalat, bapak juga ngobrol-ngobrol sama Oom Zim. Sedangkan Ibu mengobrol dengan Tante De’ tiz. Tante De’ tiz adalah adiknya bapak, tepatnya suaminya Oom Zim. Saat sudah sangat malam, Oom Zim dan Tante De’ tiz pun pulang ke rumahnya di Pondok Labu.
Akhirnya, kami sekeluarga dapat beristirahat dengan tenang setelah acara tahun baru yang melelahkan.
jean claude van dulle said
Iya, asik acaranya. rajin nulis ya man!!
yati said
hmmm…keknya kali ini ghilam nulis serius banget deh, sangat teratur dan….(protes neh) kok agak2 ga khas ghilman yg lucu dan seger? hihihi, buah kali, seger.
tante nana said
ghilmaaaaaaaan met tahun baru yaaaaa (telat ga siiihhh?:D) maap kemaren batal ke jakarta jadi gagal deh ke bogor huhuhuhu padahal kata om ndoro kakung maemnya enak-enak ya huhhhuhuhu mawuuuuuu…
mbakDos said
mungkin habis itu yudo harus ikutan barbeque kali, ghil… biar gak kedinginan lagi
Tante De'Tiz said
Tante ngobrol ama ibu, Om Zim baca buku, bapak maen game sendirian… Waktu pamit Ghilman sudah teler di kamar… hehe.. tapi abis itu kita ketemuan lagi kan di Bandung…. kok gak crita Ghilma jadi instruktur ‘prosotan’ waktu di Lido? kan seru tuh…