Sang Cacing
Setelah sampai di laboratoriumnya, ia langsung mencampur bahan kimia untuk merubah cacingnya menjadi raksasa. Ia menyuntikan sebuah cairan kepada sang cacing. Lalu ia melakukan hal yang sama dengan frankenstein. Ia membuat cacingnya tersambar petir, setelah itu ia memasukan sebuah micro chip kedalam tubuh sang cacing. Setelah memasukan micro chip pada sang cacing, M.Jarigah melepaskan sang cacing yang berukuran normal. Keesokan paginya, M.Jarigah melihat hasil ciptaannya di koran. Di halaman depan tertulis dengan tulisan yang sedikit besar ”Mahluk yang tidak diketahui telah menghancurkan kota TN (Tak Bernama).” M.Jarigah sangat senang melihat hasil percobaannya. Ternyata ia menyuntikan cairan yang dapat membuat mahluk biasa menjadi mahluk yang sangat ganas. Cairan tersebut ia campurkan dengan cairan pempercepat pertumbuhan. Karena petir yang menyambar sang cacing, dapat membuat sang cacing menjadi raksasa dalam beberapa jam. Keesokan harinya, berita yang sama tertulis dikoran. Kepolisian pun tak tahu apa yang terjadi dan apa penyebap kasus ini.
Sebenarnya, tujuan utama M.Jarigah bukanlah untuk menguasai dunia, ia juga ingin menghancurkan sebuah cyborg yang selalu menggagalkan rencana busuknya. Cyborg itu bernama QX-666. Dengan menghancurkan QX-666 terlebih dahulu, M.Jarigah akan lebih mudah menguasai dunia. Agar mempermudah mengingat nama QX-666, ia juga bisa dipanggil Henry. Hari demi hari semua berjalan lancar suseai rencana M.Jarigah. Sekarang, hampir semua bagian di kota tak bernama habis karena dihancurkan oleh sang cacing raksasa. Tapi tak seorang pun tahu penyebab kehancuran ini.
Akhirnya, para kepolisian membuat alat perekam bawah tanah. Agar mereka dapat mengetahui siapa yang telah menghancurkan bagian-bagian dari kota tak bernama. Sayangnya, hanya untuk mengetahui siapa yang telah menghancurkan bagian dari kota tak bernama, kepolisian harus mengorbankan uang sebesar # 100.000. Tanda # adalah lambang mata uang kota tak bernama. # 1 : Rp 100.000. Artinya, kota tak bernama adalah kota yang sangat kaya. Saat kepolisian memasukan alat tersebut, kepolisian hanya dapat melihat sang cacing raksasa hanya untuk sekejap. Karena sang cacing raksasa dapat bergerak dengan sangat cepat jika ia berada di dalam tanah.
Setelah mengetahui bahwa penyebabnya adalah sang cacing, kepolisian langsung mengirim Henry untuk mengembalikan cacing raksasa menjadi cacing berukuran normal. Para ilmuan dikumpulkan dari berbagai negara untuk membuat ramuan agar sang cacing raksasa dapat kembali dalam bentuk normal. Agar tak ada lagi kehancuran dimana-mana. Berita ini disiarkan di koran, radio, tv dan lain-lain.
Mendengar bahwa penyebab kehancuran bagian-bagian dari kota tak bernama adalah seekor cacing raksasa, M.Jarigah mulai merasa agak stres. Karena bila ketahuan bahwa ia penyebab dari semua ini, M.Jarigah bisa dipenjara selamanya atau denda # 5.000.000. Padahal M.Jarigah sudah tak punya uang sepeser pun. Semua uangnya habis untuk denda saat kejahatan-kejahatannya yang ia lakukan sekita 1 tahun lalu, dan juga habis untuk membeli kebutuhan untuk eksperimennya. Padahal, M.Jarigah dulunya adalah seorang anak kecil yang hidup dengan orang tuanya yang sangat kaya. Tapi karena suatu kejadian, orang tuanya meninggal dan ia pun menjadi miskin. Tapi karena ia memiliki kecerdasan yang luar biasa, ia dapat mengubah suatu benda menjadi benda lainnya. Sayangnya, ia menggunakannya dijalan yang tak benar.
– bersambung –
yati said
waaa…makin seru nih, jadi ga sabar menunggu aksi QX-666 alias Henry. Bakal berhasil ga ya? hmmm…alat perekam bawah tanahnya mirip2 kapal amerika yang nyari adam air ya? Nanti juga diceritain ga, polisinya dapet duit #100.000 dari mana? alat itu bisa disewa buat nyari harta karun?
ghil….Tak Bernama singkatannya bukan TB? oh…sorry, lupa, ini di negeri antah berantah ya? suka2 ghilman ya ngasih nama
Blanthik Ayu said
menunggu dengan manis lanjutan ceritanya ghilman..sambil ngemil ayam panggang
besok aku diajarin guitar hero yo dek..hihihi pengen sakaw juga