Terima Kasih

Guru kelasku bernama pak Zen dan bu Dian. Pak Zen sering kami juluki pak Doraemon. Karena badannya yang mirip mas ndut. Walaupun dipanggil seperti itu, pak Zen tidah pernah marah. He he he he he, guru yang asik ya. Tapi, teman-teman kelasku tak memanggil bu Dian dengan nama samaran seperti pak Zen. Aku sendiri gak tau kenapa?
Pak Zen adalah gurunya yang paling sering ngeles. Contoh: Saat pelajaran matematika, pak Zen salah menulis angka 9. Yang ditulis malah amgka 8. Akupun berkata “Pak Zen, mestinya angkanya 9 dong bukan delapan!” “Oh, ternyata kalian memang memperhatikan ya”Pak Zen barkata begitu dengan ekspresi sok benar. Aku balik berkata “Ah, bilang aja pak Zen salah hitung!” Saat itu juga, seluruh kelas tertawa dan pak Zen malu sendiri
Aku memang pintar.
Kalau bu Dian kebalikannya pak Zen. Pandiam dan kalem. Tapi kalau kelas ribut, bisa bahaya. Tapi, kadang asik juga sih. Walaupun gak pernah ngeles, kalau belajar sama bu Dian, kerasanya enak deh.
Sebenarnya, cerita ini ditulis sebagai kenang-kenanganku dikelas 6 atau kelas terakhir di SD.Karena kelas 6 adaalah kelas paling asik diantara kelas-kelas sebelumnya.UAN sudah selesai, artinya waktunya libur sampai pertengahan Juni. Aku sekalian mau berterimka kasih atas bimbingan pak Zen dan bu Dian yang telah membantuku sampai sejauh ini. Terima kasih.
note: Aku besok ke Bamdung. Jadi aku gak bisa nulis selama beberapa minggu ini. Maaf ya ![]()