Kok Beda?

Aneh ya, sekolah-sekolah jaman sekarang. Apalagi pas ulangan pendekar (pendidikan karakter), atau biasa disebut PPKN. Ada satu contoh soal yang bertulisan seperti ini:

Budi adalah seorang anak yang sangat jahil. Ia sering meminta-minta uang orang lain secara paksa. Menurutmu, apakah sikap Budi itu terpuji? Berikan alasannya.

Kalau ada soal seperti itu, kita bisa menjawab apapun. Soalnya, yang ditanyakan itu menurut kita, bukan menurut guru. Jadi, kalau aku jawab, perbuatan Budi sangat terpuji, seharusnya diberi nilai 100 dong.

Tetapi, guru-guru tidak sepakat dengan jawaban itu. Pasti mereka akan berkata “Itu kan sudah jelas-jelas tidak terpuji, tapi kok dijawabnya terpuji sih?” Lalu, aku akan menjawab seperti ini “Itu kan menurut aku. Di soalnya saja tertulis begitu.”

6 Comments »

  1. yati said

    harusnya diganti ya dek pertanyaannya: “Menurut gurumu, apakah sikap Budi itu terpuji?”

    btw, pernah ya dek ngeliat sekolah di jaman dulu? :p

  2. Hedi said

    Tapi kalo Ghilman jadi guru, trus ada murid jawab “terpuji”, pasti Ghilman salahin juga kan? tanya kenapa hehehe

  3. Mariskova said

    Ghil, emang apa hubungannya anak jahil dengan suka minta-minta uang dengan paksa?
    Anak jahil itu misalnya sering ngebangunin mamanya walaupun tau mamanya lagi ngantuk berat…

  4. soal2 PPKn dan PMP itu bisa dijawab dengan benar kalau berlawanan dengan hati nurani. hehehehe :D

  5. kalo mo ulangan PPKN atau pendikar, ingat sama Mbah Harto. soalnya dia orang yang paling benar tuh. hahahaha…

  6. hanny said

    hwahahahaha smart! ;p emang udah pernah jawab begitu? :D

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment