Hah… Udah pergi lagi?
Besok. Gak seru ah, masa bapak udah mau pergi lagi sih. Gak seru ah, baru seminggu disini udah pergi lagi besok pagi ke Bali. Ya….. biarkan lah. Namanya juga sedang kerja. Udah biasa sih ditinggal-tinggal ama bapak, jadi gak gampang kangenan deh. Tapi bapak kangenan terus kali ya?
Kan kata orang-orang aku mirip bapak, kalo udah gede mau kayak bapak juga nggak ya? Gak mau ah, nanti jauh terus dari keluarga. Terus, nanti aku jadi ecek lagi. Tapi kan ada pepatah yang mengatakan “Like Father Like Son” Eh, itu pepatah apa judul film sih. Ya pokoknya samalah intinya. Berarti, nanti aku bakalan mirip bapak dong….. Moh ah
Gage Batubara said,
April 16, 2008 @ 11:19 pm
kalo kamu mirip bapakmu.
berarti kamu lebih gombal!
lihat saja, mamahmu adalah hasil gombalannya.
Hedi said,
April 16, 2008 @ 11:33 pm
ikutin yg baik-baik aja, tapi apa bapakmu itu punya sisi yg baik ya?
mbakDos said,
April 16, 2008 @ 11:34 pm
iya ya, sayang ndak bisa milih bapak…
Mbilung said,
April 17, 2008 @ 7:36 am
woi …. yang gak mau diajak pindah sapa woi…
stey said,
April 17, 2008 @ 9:56 am
GA mau diajak pindah BAli?Waduuhh..rugi lah..
-tikabanget- said,
April 17, 2008 @ 6:18 pm
sayah ndak mirip tuh sama bapak sayah..
sama ibu juga ndak mirip.
tapi kok tetep dimirip2in ya sama orang?
trus gimana ghil?
**lha kamu anak siapa tik??!!**
yati said,
April 18, 2008 @ 6:29 pm
kerja di bali itu ekspatriat juga bukan sih? kenapa ga ikut pindah aja dek?
*membayangkan ghilman di usia seperti bapak…mmm…mirip! xixixi…
yudhipras said,
April 22, 2008 @ 3:34 pm
Kamu gak mirip bapak kok dhek, cuman mirip Rudyanto junior.
aprikot said,
April 24, 2008 @ 6:12 pm
hi dek
mirip bapak? gombalannya mungkin, bener itu kt om gage
nonadita said,
April 25, 2008 @ 4:24 pm
Ghilman! Baca ini deh…..
http://nonadita.dagdigdug.com/archives/212
*ngakak*
mayssari said,
April 29, 2008 @ 2:52 pm
Jangaaaaaaaaaaan, kalau muka sihh bolehlah, tapi ghilman jadi diri sendiri aja deh ya? Lebih bagus keknya. Kata om hedi, apa ya sisi baik bapakmu, eh tanya sama ibu aja kali ya
ibit said,
April 30, 2008 @ 8:52 pm
Kok ngga mau kayak bapak kenapa sih? Apa bapaknya jelek ya?
Salam kenal mas Ghilman…..
kangtutur said,
May 3, 2008 @ 12:47 pm
kenapa gak diiket aja tuh, deeek! Papanya!
*kompor*
plain love said,
May 3, 2008 @ 1:40 pm
waduh isi blogg inih….
lol koprol deh… menusuk juga ya™ sayang saya bukan bapakmu jadi saya nggak merasa tertusuk…
*ngelanjutin ngakak*
bangsari said,
May 8, 2008 @ 1:35 pm
kamu harus sabar ya nak. kamu harus tahu, cobaan terbesar dalam hidupmu adalah: kamu mirip bapakmu. semoga kamu kuat nak…
sandal said,
May 8, 2008 @ 2:03 pm
Anak yang cerdas
the Blackman said,
May 8, 2008 @ 2:10 pm
sabar Dik, doakan Bapak biar banyak uang….
dina said,
May 8, 2008 @ 7:17 pm
aku mirip bapakku..aku seneng2 aja tuh. bapakku guanteng sih
klo yang baik2 dari bapak dimirip2in ajaa hehe
omith said,
May 9, 2008 @ 1:24 pm
terimalah nasib mu gil.. heuuu !
poetra said,
May 9, 2008 @ 9:41 pm
Nah ini Ghil, kalo untuk yang satu itu (mirip bapak) kamu gak bisa milih. Sudah takdir. Hehehe.
Lha nanti kalo kamu udah besar, akan mengerti juga bahwa kegombalan itu adalah sebuah anugerah, xixixi
Like Father Like Son « ngodod said,
May 10, 2008 @ 2:12 pm
[...] 10 Mei 2008 · No Comments Pagi ini kebetulan bangun sebelum shubuh. Secara semalam saya tidur di kantor teman yang konaeksiĀ intenetnya selama dua puluh empat jam non-stop, maka begitu bangun saya langsung menyalakan kompie dan mbuka gugel reder saya. Karena selama beberapa hari ini saya ndak sempat blog walking, apalagi sampe ngeblog, maka napsu keinginan untuk blog walking semakin meluap-luap. Nah, ketika saya nyasar di blog ini dan membaca postingan yang ini, saya jadi tergoda untuk memencet sebuah link. Link yang ternyata mengantarkan saya nyasar ke blog ini dan akhirnya tertarik membaca tulisan ini. [...]