Archive for December, 2006

Tante Asik vs Oom Menggelegar

Ada satu lagi Tante asik, yaitu Tante Nana. Tante Nana jadi Tante asik karena bisa ngerjain Oom Tito bareng-bareng sama saya. Makanan favorit Tante Nana adalah nasi goreng. Minuman favoritnya adalah air putih dan es teh manis.

Tante Nana juga salah satu pecinta anjing, sama seperti Oom Tito. Tapi, saya tidak tahu apa anjing yang paling Tante Nana paling suka. Tapi kelihatannya, Tante Nana agak takut sama anjing Pitbull.

Pekerjaan Tante Nana sangat keren. Yaitu sebagai pegawai hotel di Bali, yang pasti saya lupa apa nama hotelnya. Mungkin kalau aku menginap di Bali, menginapnya di hotel di mana Tante Nana bekerja. Tante Nana itu kebalikannya Oom Tito. Karena, Tante Nana adalah orang yang sangat suka makan. Makannya Tante Nana gak kurus, kalau Oom Tito kurus. Karena Oom Tito vegetarian.

Oom menggelegar adalah Oom Tito. Saya memberi nama Oom menggelegar karena baunya bikin menggelegar. Oom Tito juga pecinta anjing, sayangnya anjing yang Oom Tito punya agak bego. Makanan yang paling Oom Tito suka adalah, Hanya Sayuran!!!!!!!

Walaupun jarang mandi, ganti baju/kolor dan ceroboh, tapi tetep aja keren. Studio Oom Tito berantakan, tapi yang penting Oom Tito jago gambar. Yang pasti, hanya orang yang terpilih yang bisa melihat muka Oom Tito. Karena sampai sekarang mukanya buat orang banyak masih misterius.

Sekarang, Oom Tito sedang membuat kartun. Hasilnya keren. Bisa saja Oom Tito nanti jadi pembuat film kartun yang terkenal. Tapi Oom Tito harus mengingat 1 hal jika ingin terkenal, harus lebih sering mandi dan tidak ceroboh.

Ayo kita voting, siapakah yang paling keren? Apakah Tante Nana ataukah Oom menggelegar? Silahkan tulis jawabannya di comment 🙂

Comments (15)

Ketemu Sang Dokter

Sekarang saya lagi liburan ke Jogja bersama bapak dan mas Ndut. Sayangnya ibu tidak bisa ikut karena ibu tidak boleh minta cuti. Bosnya payah, gara-gara ibu nggak dikasih cuti, jadi gak bisa liburan bareng deh. Ibu mengantar kami ke tempat bus saja.

Petualangan dimulai dari naik pesawat yang nggak bisa distarter. Lalu, akhirnya pesawat tersebut harus ditarik kembali. Akhirnya pesawat dapat diterbangkan juga. Dalam penerbangan tidak ada yang menarik, karena saya hanya dikasih aqua gelas saja. Mestinya dikasih permen dan game di pesawatnya seperti kalau ke Singapur. Dalam penerbangan, mas Ndut bermain gameboy, bapak tidur dan saya tidak melakukan apapun. Yang bisa diliat cuma atep rumah sama awan doang sih 😦 Mestinyakan liat Superman terbang!

“Baiklah, nanti saya jemput di Airport. Cari saja orang berbaju atari dengan topi merah.” Kata dokter Tito. “Ya……..Cari saja orang ganteng bersama 2 anak.” Kata bapak narsis. Sesampainya di Airport. “Man, itu Oom Tito kan?” kata Mas Ndut. Dengan cepat kami menemukan orang berbaju atari dan bertopi merah. Saat bertemu Oom Tito, saya langsung bertanya. “Oom, cerita yang ada di blog Oom asli semua gak? Seperti yang ceritanya Robocop dan anjing Endel&Dollie?” “Kalau yang robocop itu boongan, tapi yang anjing itu beneran. Saya digigit beneran sama si Dollie. Bego banget itu anjing. Tapi, sekarang jadi kebalikannya. Dollie jadi pinter, tapi Endel jadi bego.” Jadi dokter hewan memang sengsara ya.

Di taksi, Oom Tito meminjam gameboy saya. Ditengah perjalanan, saya kebelet mau pipis. Saya tidak pipis di luar mobil karena lagi hujan. Saya juga tidak bisa pipis di dalam mobil, karena botol aqua yang ada di dalam mobil masih ada isinya. Untungnya cepet sampai di tempat penginapan. Sesampainya di tempat penginapan, saya langsung lari ke WC ditemani Oom Tito. Karena kami terburu-buru, gameboynya ketinggalan di dalam mobil. Akhirnya, kami memanggil taksinya kembali dan gameboynya selamat. Oom Tito sih terburu-buru, gameboynya jadi lupa dibawa deh. Kalau Oom Tito punya pacar, nanti pacarnya ketinggalan di mobil juga.

Tempat menginapnya sangat asik. Karena ada tv kabel dan ada Internet gratis dan sangat cepat. Jadi, saya bisa bermain Internet sepuasnya. Yang mencari tempat penginapan ini adalah Oom Tito. Oom Tito ceroboh, tapi keren.

Saat makan siang, saya baru tahu kalau Oom Tito itu vegetarian, pantesan kurus, kaya saya. Tetapi, saya tidak vegetarian, tetap saja kurus. Saya tetap kurus karena dagingnya disedot sama mas Ndut.

Pujaan saya Oom Tito sangat keren. Saya ingin jadi murid menggambarnya. Tapi kalau cerobohnya, moh. Saya sangat senang bertemu Oom Tito. Tapi tetap saja, Tante Dinda sama Tante Atta tetap asik. Saya belum bertemu dengan Tante Nana. Kayaknya asik juga.

Comments (43)

Pulang dari Bandung 2

Hari kedua di Bandung, saya harus bangun pada jam setengah lima pagi, karena saya harus shalat subuh. Setelah shalat subuh, saya harus bersiap-siap untuk Outbound. Sebelum saya bersiap-siap untuk Outbound, saya dan teman-teman sekamar saya menonton film jepang berjudul Ninja Rantaro. Itu adalah film favorit saya waktu saya masih kelas 2 SD.

Setelah selesai menonton film itu, saya bersama teman-teman pergi keluar kamar untuk sarapan. Saya makan nasi goreng untuk sarapan, padahal saya tidak suka nasi goreng, gak asik. Setelah itu saya menggunakan baju yang telah disediakan oleh sekolah untuk Outbound. Saat saya pakai, lho kok gede banget. Ini sih namanya pake daster! Kalau saya pakai baju itu, saya tidak usah memakai celana lagi, karena bajunya sangat besar.

Sesampainya di tempat Outbound, saya merasa agak deg-degan. Saya sendiri tidak tahu kenapa saya deg-degan. Di tempat Outbound, terdapat Flying Fox yang sangat panjang. Saat saya mau mencoba Flying Fox tersebut, saya harus mengantri, karena banyak yang ingin mencoba juga. Nah, akhirnya giliran saya, saya merasa sangat senang.

Tiba-tiba saya kebelet ingin buang air kecil, padahal sekarang giliran saya. Jadi sia-sia saja saya menunggu untuk waktu yang lama. Setelah buang air kecil, saya berpiki pasti tinggal sedikit yang menunggu untuk naik Flying Fox, karena sudah banyak yang mencoba. Ternyata masih banyak yang ingin naik Flying Fox. Jadi saya harus menunggu untuk waktu yang lama lagi, hu, hu, hu 😦

Akhirnya giliran saya, saya saya mencoba, rasanya seperti naik jet coaster. Teman-teman saya sudah mulai mencoba bermain rakit. Tapi karena saya baru sembuh dari sakit, saya tidak bisa ikut bermain rakit. Padahal, itu adalah permainan yang paling asik.

Setelah selesai Outbound, saya dan teman-teman langsung makan siang. Karena, kami harus mengisi tenaga untuk acara selanjutnya. Ternyata acara selanjutnya adalah Offroad. Kami akan pergi ke sebuah barak tua peninggalan Belanda, tetapi kami harus melewati hutan dan jalanan yang hanya bisa dilewati jip. Karena, jalan yang harus dilewati banyak batunya dan beberapa jalan ambles karena terkena hujan.

Katanya, barak peninggalan Belanda tersebut masih angker, jadi kami tidak boleh masuk terlalu jauh. Setelah dari barak, kami melanjutkan perjalanan kami ke Boscha. Itu adalah tempat peneropongan bintang dan planet. Yang anehnya adalah, kami kesana tapi tidak meneropong bintang. Karena sedang turun hujan, ditakutkan lensa teropong akan berjamur. Di sana, kami juga diberitahu kenapa Pluto tidak dijadikan planet di tata surya lagi.

Setelah kami melihat dan diberitahu tentang teropong bintang yang sangat besar di Boscha, kami pun kembali ke tempat penginapan. Saya harus mengemasi barang karena sudah waktunya pulang. Dalam perjalanan pulang, saya tidur. Saat saya terbangun, ternyata sudah dekat dengan sekolah. Pasti karena saya terlalu capek.  Sesampainya di sekolah, saya langsung bertemu bapak. Bapak menjemput saya di sekolah. Saat sudah sampai rumah, saya langsung menceritakan pengalaman saya pada bapak dan ibu.

Sedihnya saya gak bawa kamera hu hu hu.

TAMAT

Comments (11)

Pulang dari Bandung

Halo, saya baru saja pulang dari Bandung. Karena itu, saya belum menulis cerita di blog untuk beberapa hari. Saya pergi ke Bandung karena ada acara sekolah, saya menginap di Sindang Reret selama 2 hari 1 malam. Walaupun mahal, yang penting asyik.  Sesampainya di Bandung, kami langsung pergi ke restoran untuk makan siang, tapi saya lupa apa nama restorannya. Makanannya sangat enak, dan tempatnya juga enak.

Hari pertama kegiatannya adalah, pergi ke Museum KAA (Konferensi Asia Afrika) dan ke Saung Mang Ujo. Di Museum KAA, saya melihat banyak benda-benda yang dipakai pada saat KAA tahun 1955 dan benda-benda bersejarah lainnya, serta film dokumenter mengenai KAA.

Di ruang konferensi utama, terdapat 130an bendera negara peserta KAA. Kemudian petugas museum memberikan presentasi. Yang keren adalah, kami semua duduk di bangku para pemimpin negara. Saat saya duduk di sana, wah ternyata bantalan kursinya tidak empuk, tetapi adem. Mungkin karena arwah para pemimpin itu masih di sana. Saat melihat bangku presiden yang mengikuti KAA, bangku presiden Soekarno lah yang paling keren. Karena, Soekarno adalah pemimpin tuan rumah.

Di Saung Mang Ujo, diadakan pertunjukan alat musik tradisional dan demonstrasi wayang golek. Setelah itu, kami diajarkan bermain angklung, padahal saya sudah bisa bermain angklung. Kami diajarkan memainkan lagu You Raise Me Up dengan menggunakan angklung.

Setelah itu, kami pergi ketempat penginapan. Sesampainya di tempat penginapan, kami diberikan handuk hangat dan juga jus jeruk karena sedang turun hujan. Yang jadi masalahnya adalah, saya diberikan handuk hangat tetapi jus jeruk yang disediakan dingin, kan sama saja bohong kalau begitu.

Saat malam hari diadakan kontes menyanyi antar kelas. Kelas saya menyanyikan lagu Bintang Kecil dan Balonku. Kelas lain ada yang menyanyikan lagu Jablai, Sekuntum Mawar Merah, Kopi Dangdut, dll. Kegiatan ini berakhir pada jam 10 malam, dan harus bangun pada jam setengah 5 pagi. Kalau harus bangun jam segitu, mendingan begadang biar gak usah repot bangun.

Udah dulu ah, saya udah ngantuk, lagian bapak udah sakaw laptop. Besok-besok saya terusin lagi, kalau saya gak males tentunya 🙂

Comments (14)

Kalau Bapak Pergi

Kalau bapak pergi ke luar negeri, gak asik. Soalnya, kalau ada bapak pasti jalan-jalan terus. Tetapi kalau bapak baru pulang dari luar negeri, pasti bawa oleh-oleh. Mendingan, bapak sering ke luar negeri tapi hanya sebentar, agar dapet banyak oleh-oleh. Kalau bapak ngasih oleh-oleh, yang pasti bikin saya senang. Oleh-oleh yang biasanya dibawain adalah cemilan dan kaset gameboy.

Bukan hanya dapet oleh-oleh, kalau bapak pulang juga bisa main kartu UNO berempat, sama ibu dan mas Ndut. Kalau ngeblog, enakan pakai laptop bapak.  Kalau pakai laptop bapak kerasanya punya lebih banyak ide. Gak enaknya kalau bapak di Bogor adalah, bapak selalu ikut ibu kerja di kantor. Jadi, ketemunya cuma pagi sama malem aja. Kan kalau bapak nggak ikut ibu ke kantor, bisa ketemu lebih lama.

Karena bapak tinggal di Jepang, saya tidak bertemu bapak untuk beberapa bulan. Kalau bapak tinggal di Jepang, bapak jadi jarang bawa oleh-oleh, akukan jadi BT. Seperti waktu bapak dulu tinggal di Inggris. Tapi, kalau bapak gak pergi ke luar negeri, nanti gak bisa jalan-jalan. Karena, kalau bapak tidak kerja di luar negeri, nanti duitnya abis.

Comments (20)

Lompat Tinggi

Hari ini di sekolah ada pelajaran olah raga. Pelajarannya adalah atletik yaitu lompat tinggi. Salah satu gerakan lompat tinggi bernama gerakan gunting, tetapi saya belum tahu gerakannya seperti apa. Saat diadakan olimpiade lompat tinggi, seorang atlit berhasil memenangkan olimpiade dalam katagori lompat tinggi dengan gaya lompatan maling. Gerakannya kayak maling yang yang berusaha kabur melewati pagar saat ketahuan. Itu orang memang kreatif.

Saat mencoba, saya berhasil melompati dengan tinggi hampir 1 meter. Saat teman saya mencoba, ia berhasil melompatinya dengan gayanya sendiri. Yaitu gaya torpedo. Ia hampir melewatinya dengan gaya jungkir baik (salto). Ehhhhhh, memang dia anak yang jenius. Tetapi, yang berhasil lompat dengan tinggi lebih dari 1 meter bukanlah saya. Saya tidak bisa dipuji untuk lompat tinggi.

Atlet yang tadi saya beritahu memakai gaya lompat maling punya ide dari mana ya? Mungkin saja dia mantan maling. Tapi kalau yang saya beitahu teman saya yang menggunakan gaya roket, masa dia itu mantan roket. Roket berubah jadi manusia, apa jadinya ya. Kalau malingkan wajar jadi atlit. Soalnya sering latihan lari sama loncat, mereka harus antisipasi kalau ada polisi yang ngejar.

Comments (20)

Komik Jepang

Kebanyakan komik jepang memiliki kotak yang tidak tentu sama dengan kotak yang ada di halaman sebelumnya. Kebanyakan komik jepang juga memiliki cerita yang lucu, seperti Doraemon. Doraemon adalah komik jepang yang paling saya suka. Karena, komik tersebut sangat lucu dan seru. Pengarang Doraemon yang bernama Fujiko.F.Fujio juga memiliki anak. Yang kerennya, namanya dan nama bapaknya sama, anaknya juga sekarang sudah menerbitkan komik buatannya, yaitu The Doraemon Special.

Tidak jauh beda dengan Doraemon sebeumnya, tapi ada tambahan 6 karakter. Yaitu: Wang Dora, Dorarinyo, Dora The Kid, Doranikhov, Doramed dan El Matadora. 6 karakter Dora tersebut adalah teman 1 akademi dengan Doraemon. Di buku The Doraemon Spesial juga ditambahkan 1 cerita spesial. Yaitu adalah: Theather 7 Dora-Dora. Tergabung dari cerita-cerita pendek yang lucu. Contoh isinya adalah seperti ini. Dora The Kid mengambil 1 kartu untuk mengetahui apa yang akan terjadi dimasa depan tentang diriya. Dora The Kid: “Aku mendapat kartu king. Aku akan menjadi raja.” Dorami: “Aku mendapat kartu queen. Aku akan menjadi ratu.” Saat Dorarinyo mengambil kartu. “Hah, aku dapat angka 2. Dimasa depan aku tak ingin menjadi 2!”

Buku The Doraemon Special adalah buku hiburan jika kita sedang bosan. Karena buku tersebut membuat kita merasa terhibur. Orang-orang jepang memang kreatif. Om Tito kan jago bikin komik, bisa gak ya ngebuat komik kaya Doraemon? Kalau bisa, saya minta diajarin. Biar nanti jadi anak yang sangat berpestasi.

Comments (23)

Older Posts »