Archive for February, 2007

Raja dan Madu

Ini tulisan aku buat sewaktu review pelajaran Bahasa Indonesia, judulnya Raja dan Madu.

Pada jaman dahuku kala di sebuah kerajaan, sang raja memerintahkan rakyatnya untuk menuangkan sesendok madu ke sebuah tempayan. Salah seorang rakyatnya berpikir, kalau semua orang menuangkan madu dan dia menuangkan air tertunya tidak akan ketahuan.

Malam itu semua orang melakukan apa yang diperintahkan oleh sang raja. Semua orang berhati-hati agar madu yang ada di sendoknya tidak tumpah. Keesokan paginya saat sang raja memeriksa tempayan tersebut, ternyata tempayan itu hanya berisi air. Ternyata semua orang di kerajaan itu berpikiran sama, mereka tidak mau memberikan madunya walaupun hanya sesendok saja.

Mungkin nama yang cocok untuk kerajaan itu adalah Kerajaan Pelit.

Advertisements

Comments (22)

Cerita Ketidakjujuran

Kalau kita sedang belajar tentang kejujuran di sekolah, pasti yang ditanyakan adalah pengalaman tentang kejujuran kita. Pada hari Jum’at kemarin, saya dan teman sekelas saya disuruh untuk menceritakan tentang pengalaman ketidakjujuran saya. Karena terlalu banyak pengalaman ketidakjujuran yang telah saya lakukan, saya sampai tidak ingat ketidakjujuran apa saja yang telah saya perbuat. Saya pun akhirnya tahu apa yang akan saya tuliskan.

Saat saya tuliskan, ternyata saya mendapat banyak cerita. Contohnya adalah, bahwa saya mengaku mas Ndut itu ganteng. Atau saya berpura-pura kesakitan waktu berantem sama mas Ndut, padahal saya cuma mau kabur :). Lah, itu kan ketidakjujuran besar! Ada juga beberapa cerita yang saya buat-buat. Karena kejeniusan saya ini, cerita yang saya buat-buat itu tidak ketahuan. Padahal, itu kan salah satu pengalaman ketidakjujuran.

Saya memang punya potensi untuk jadi orang yang paling tidak jujur di rumah. He, he, he, he, saya dapat melakukan apapun dengan sifat ketidakjujuran ya. Namanya juga anak berprestasi dan jenius, pasti apa saja yang diinginkan bisa tercapai.

Satu hal lagi. Terusannya cerita cacing raksasa masih belum terpikirkan nih. Mungkin ada yang bisa memberikan saya ide untuk lanjutan ceritanya?

Comments (9)

Cacing Raksasa 4

Tertangkap

Sesampainya di tempat tujuan, Henry langsung menghubungi kepolisian lagi.” Aku sudah sampai di tempat tujuan. Tempat aman.” Ternyata, M.Jarigah sudah menyadari bahwa Henry telah mengalahkan sang cacing raksasa dan sekarang ia telah memanggil kepolisian. Ia pun tahu kalau sekarang Henry sudah berada di depan laboratorium. Beberapa saat kemudian, Henry melihat suatu benda yang berbentuk seperti ufo kecil yang berbentuk sangat aneh beterbangan di atas kepalanya. Jaraknya sekitar 2-3 meter di atas kepalanya. Henry berpikir bahwa alat tersebut adalah alat pengintai. Tetapi yang anehnya adalah, ufo kecil tersebut tidak memiliki kamera.” Lapor, disini terdapat benda aneh berbentuk seperti ufo kecil.” Lapor Henty. Saat Henry menelitinya baik- baik, ternyata terdapat sebuah timer di ufo kecil itu.” 3, 2, 1” Tiba-tiba, KABOOOOOOOM!  Ufo kecil tersebut meledak dan Henry pun terlempar kelaut.” Seper….tinya m…is…i ku…… ga……gal.”

Dalam sesaat Henry rusak karena korslet. Beberapa saat kemudian, kepolisian pun datang. Saat melihat tubuh Henry yang sudah rusak dan terdampar di pinggiran pantai, mereka langsung menggotong tubuh Henry dan membawanya ke dalam mobil polisi. M.Jarigah sekarang sudah mulai kelihatan cerdas. Karena ia telah mengalahkan Henry. Sesaat kemudian, semua polisi masuk ke dalam laboratorium M.Jarigah untuk menangkapnya. (Adegan ini tidak akan diperlihatkan karena terlalu rumit dan terdapat adegan yang sangat tidak baik untuk anak-anak).

Akhirnya, M.Jarigah pun berhasil tertangkap. Tapi yang berhasil menangkapnya hanyalah sang komandan. Karena polisi yang lain telah pingsan karena terjadi pertempuran habi-habisan di luar sana. Para polisi harus melawan semua ciptaan M.Jarigah. Pastinya itu akan sangat menyulitkan para polisi. Setelah M.Jarigah tertangkap, ia langsung dibawa ke kantor polisi dan akan dipenjara selamanya.” Sekarang, tidak akan ada masalah lagi yang ada hubungannya dengan M.Jarigah lagi Henry.” Kata komandan polisi kepada Henry yang rusak. Saat yang sama di sel tahanan, M.Jarigah hanya bisa terdiam dan mengingat masa lalunya saat ia masih berada di keluarga yang kaya dan juga harmonis.

Saat mengingat masa lalunya yang indah, ia baru ingat kalau tangan kanannya adalah tangan robot. Karena, tangan kanannya sempat diamputasi. Saat ia menekan seatu tombol kecil yang ada di tangannya, tiba-tiba keluar tabung kecil yang berisi cairan membuat raksasa. Yang jadi masalahnya adalah, tak ada binatang dalam sel tahanan. Satu, dua, tiga, empat hari kemudian, ia melihat sebuah tikus yang sedang melewati kakinya. M.Jarigah pun mengambilnya dan meneteskan cairan pembuat raksasa pada tikus tersebut.

Dalam beberapa saat, alarm berbunya karena M.Jarigah telah berhasil kabur dari penjara dengan menaiki seekor tikus raksasa.” Hey komandan, katanya tak ada lagi misi yang ada hubungannya lagi dengan M.Jarigah.” Henry pun harus diperbaiki untuk dapat beraksi kembali.

Bagaimanakah lanjutan ceritanya? Kita lihat di episode selanjutnya, kalau aku nggak males cerita.

Comments (13)