Archive for September, 2007

Jadi Inget

Jadi inget pas pesantren kilat tahun lalu yang aku ikutin nih. Banyak sekali kejadian aneh yang terjadi. Contohnya adalah, saat jurit malam. Kami dibagi menjadi beberapa tim. Tujuannya adalah, mencari suatu petunjuk di tempat-tempat tertentu. Tapi, banyak guru yang pura-pura menjadi hantu. Semua lampu di sekolah dimatikan. Kami juga tak boleh memakai senter.

Saat itu, timku harus masuk kedalam gedung sd. Ternyata, di dalamya sedikit menyaramkan saat malam hari. Kami harus pergi ke lantai dua tempat petunjuk yang harus kami cari berada. Tiba-tiba ada suara orang memukul-mukul meja. Kami tahu kalau itu adalah guru. Agar lebih seru, kami pura-pura ketakutan. Guru itu pun semakin senang menjahili kami. Ia memukulnya lebih keras dari yang pertama.Kami pun berpura-pura¬† sangat ketakutan. Ia pun memukul meja tersebut dengan sangat keras. Lalu, terdengar suara seperti ini “Aduuuuuh…..Sakit!” Ternyata, guru itu memukut mejanya terlalu keras.

Rintangan di gedung tersebut sudah kami lewati. Sekarang, kami sudah di luar gedung untuk menuju rintangan selanjutnya.Kami harus menaiki tangga dan melewati lorong yang sangat seram. Saat itu, kami sudah mulai gemeteran. Saat hendak menaiki tangga, ada sesuatu yang kecil di belakang kami yang sedang menangis. Kami berteriak ketakutan karena kami mengira bahwa itu semacam tuyul. Kami langsung lari sekencang mungkin. Ternyata itu adalah anak kelas dua sd yang terpisah dari timnya.

Akhirnya, jurit malam pun selesai. Kami sudah tenang sekarang. Sekarang saatnya untuk bersiap-siap untuk tidur. Karena tidak bisa tidur, kami pun bermain-main di kamar. Saat ada guru yag datang, kami langsung pura-pura tiduk. Karena penasaran, kami mengintip guru yang mengawasi kamar kami. Ternyata, ia sedang berganti celana. Secara diam-diam kami tertawa saat guru itu sudah keluar. Esok paginya, kami baru menyadara bahwa itu adalah Pak Zen. (Guru kelas 6 ku. Untuk info lebih lanjut, lihat cerita tentangnya).

Hari itupun kami harus pulang karena sudah 2 hari di sekolah. Asiknya saat sampai di rumah, karena tidak usah diawasi guru saat sedang tidur.

Comments (5)

Kok Beda?

Aneh ya, sekolah-sekolah jaman sekarang. Apalagi pas ulangan pendekar (pendidikan karakter), atau biasa disebut PPKN. Ada satu contoh soal yang bertulisan seperti ini:

Budi adalah seorang anak yang sangat jahil. Ia sering meminta-minta uang orang lain secara paksa. Menurutmu, apakah sikap Budi itu terpuji? Berikan alasannya.

Kalau ada soal seperti itu, kita bisa menjawab apapun. Soalnya, yang ditanyakan itu menurut kita, bukan menurut guru. Jadi, kalau aku jawab, perbuatan Budi sangat terpuji, seharusnya diberi nilai 100 dong.

Tetapi, guru-guru tidak sepakat dengan jawaban itu. Pasti mereka akan berkata “Itu kan sudah jelas-jelas tidak terpuji, tapi kok dijawabnya terpuji sih?” Lalu, aku akan menjawab seperti ini “Itu kan menurut aku. Di soalnya saja tertulis begitu.”

Comments (6)

Cewe Matre

“Mas, beliin itu ya… Nanti aku tambah sayang deh.” Itulah kata-kata yang biasa dikatakan oleh cewe matre. Semakin lama, semakin banyak ya cewe matre. Trus, cowonya kok mau aja ya dikuras uangnya? Benar-benar aneh ya jaman sekarang ini. Apa jadinya ya masa depan nanti. Lama-lama yang ada cowo matre kali ya? Aku punya satu pertanyaan nih. Gimana ya biar cewe pada gak matre? Begini saja, cewe-cewe itu kita tetep kasih duit, tapi besoknya kita minta duitnya lagi. Atau kasihnya sedikit-sedikit aja apa ya? Tapi kalau begitu, pasti tiap hari marah, depresi. Soalnya gak dapet duit. Ah, susah juga ya kalo punya cewe yang matre. Kalau aku mendingan gak punya cewe dari pada punya cewe tapi matre.

Pesan: Bagi pembaca blog ini dan belum punya cewe, jangan mau deh kalau ketemu cewe yang matre. Walaupun gimana juga. Nanti susah sendiri lho.

Comments (8)